Jenis dan Manfaat Pupuk Bagi Tanaman

Seperti halnya dengan manusia, tanaman juga membutuhkan makanan sebagai sumber nutrisi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sebenarnya, tumbuhan telah memperoleh nutrisi yang berasal dari dalam tanah. Tetapi, nutrisi tersebut masih kurang sehingga belum bisa mencukupi kebutuhan tanaman. Apalagi, dengan realita yang terjadi saat ini dimana pencemaran lingkungan yang semakin besar, termasuk pencemaran tanah. Pencemaran tanah adalah kondisi tercemarnya permukaan atau bawah tanah yang disebabkan oleh polutan dan kontaminan.

 

Pencemaran tanah ini dapat terjadi karena adanya bahan kimia beracun yang memiliki konsentrasi yang cukup tinggi di dalam tanah. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak gangguan kesehatan bagi manusia dan ekosistem. Termasuk tumbuhan yang akan merasakan dampak dari pencemaran tanah karena semakin berkurangnya nutrisi yang ada di dalam tanah. Hal ini membuat para petani memaksimalkan manfaat pupuk untuk menambah nutrisi sekaligus mempercepat pertumbuhan dari tanaman.

 

Pupuk biasanya digunakan oleh masyarakat baik untuk tanaman budidaya maupun tanaman hias. Pupuk adalah suatu bahan yang di dalamnya terkandung satu atau lebih unsur hara atau nutrisi yang berguna untuk menopang dan berkembangnya tanaman. Beberapa unsur hara atau nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman antara lain unsur hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kalsium dan belerang atau sulfur) dan unsur hara mikro (boron, tembaga, seng atau zinc, besi atau ferro, molibdenum, mangan, khlor, natrium, cobalt, silicone dan nikel).

www.pexels.com

Manfaat Pupuk Berdasarkan Jenis-jenisnya

Manfaat pupuk dapat dilihat berdasarkan jenis-jenis pupuk itu sendiri. Pupuk dapat digolongkan ke dalam dua jenis berdasarkan asal atau kejadiannya. Dua jenis itu adalah pupuk organik dan pupuk anorganik. Simak ulasannya sebagai berikut :

  1. Pupuk Organik

Jenis yang pertama adalah pupuk organik yang berasal dari semua sisa bahan tanaman, kotoran hewan dan pupuk hijau yang memiliki kandungan unsur hara yang rendah. Zat-zat tersebut mengalami proses pembusukan oleh mikroorganisme sehingga menghasilkan pupuk organik. Berikut adalah beberapa macam pupuk organik :

  1. Kompos

Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari sisa-sisa tanaman yang dibusukkan hingga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Pupuk kompos memiliki fungsi untuk memberikan unsur-unsur hara yang berguna dalam perbaikan struktur tanah.

  1. Pupuk Hijau

Pupuk hijau adalah pupuk yang terbuat dari bagian tumbuhan hijau yang mati dan tertimbun di dalam tanah. Tumbuhan hijau tersebut bisa berasal dari sisa panen maupun tumbuhan yang sengaja ditanam untuk diambil manfaatnya sebagai pupuk. Beberapa jenis tumbuhan hijau yang sering digunakan sebagai pupuk hijau adalah dari jenis leguminosa atau kacang-kacangan dan tanaman air atau azola. Tanaman-tanaman tersebut memiliki perimbangan C/N rendah sehingga bisa cepat terurai. Pupuk hijau memiliki kandungan nitrogen yang tinggi yang berfungsi sebagai penambah unsur mikro dan perbaikan struktur tanah.

www.pexels.com
  1. Pupuk Kandang

Selanjutnya ada pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan seperti sapi, kerbau, kambing dan unggas. Proses pembuatan pupuk kandang cukup sederhana. Hanya dengan mendiamkan kotoran hewan sampai kering dan matang. Setelah itu, pupuk kandang sudah dapat digunakan di lahan. Dengan proses pembuatan yang mudah, maka pupuk kandang ini biasanya digunakan sebagai pupuk dasar tanaman.

  1. Pupuk Anorganik

Jenis pupuk yang kedua adalah pupuk anorganik yang terbuat dari senyawa anorganik. Pupuk anorganik ini merupakan pupuk yang dibuat oleh manusia dalam sebuah pabrik. Pupuk buatan ini juga memiliki kandungan unsur hara, tetapi memiliki kadar yang lebih tinggi. Saat ini, banyak petani yang lebih memilih pupuk anorganik karena memiliki kandungan unsur hara yang lebih tinggi. Padahal, pupuk yang memiliki kandungan bahan kimia ini juga dapat membunuh bakteri yang sebenarnya baik untuk pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan juga dapat menimbulkan pencemaran yang kemudian merusak lingkungan. Manfaat pupuk anorganik adalah untuk mengatasi kekurangan mineral yang terdapat di tanah untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk anorganik dapat digolongkan berdasarkan unsur-unsurnya sebagai berikut :

  1. Pupuk Tunggal

Seperti namanya, pupuk anorganik jenis tunggal ini hanya mengandung satu jenis unsur hara saja sebagai penambah kesuburan. Beberapa contoh pupuk tunggal antara lain :

  • Pupuk Nitrogen

Fungsi dari pupuk nitrogen adalah :

  • Mempercepat proses pertumbuhan tanaman
  • Menambah tinggi tanaman
  • Merangsang pertunasan
  • Memperbaiki kualitas tanaman
  • Sebagai penyedia bahan makanan untuk mikroba
  • Pupuk Kalium
  • Mempengaruhi susunan dan mengedarkan karbohidrat dalam tanaman
  • Mencegah gugurnya bunga dan buah pada tanaman
  • Mempercepat proses metabolisme unsur nitrogen

 

  • Pupuk Fosforus
  • Berguna pada respirasi dan fotosintesis tanaman
  • Membantu proses pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah
  • Merangsang perkembangan akar
  • Mengurangi risiko keterlambatan masa panen
  1. Pupuk Majemuk

Pupuk majemuk merupakan pupuk anorganik yang memiliki kandungan unsur hara lebih dari satu untuk membantu menyuburkan tanah.

www.pexels.com

Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik

Setelah mengetahui manfaat pupuk organik dan anorganik di atas, kali ini kami akan memberikan perbandingan antara kedua jenis pupuk tersebut. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing pupuk :

  1. Pupuk Organik
  2. Kelebihan :
  • Memiliki kandungan unsur hara yang lebih lengkap, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro
  • Memiliki kandungan asam organik seperti asam fulfic, asam humic, hormon dan enzim
  • Mampu memperbaiki dan menjaga struktur tanah
  • Memiliki kandungan makro dan mikro organisme yang berpengaruh baik pada perbaikan sifat fisik dan biologis tanah
  • Mampu menyangga unsur hara anorganik yang diberikan
  • Mampu membantu menjaga kelembaban tanah
  • Menyangga pH tanah
  • Tidak akan merusak lingkungan
  • Aman digunakan dalam jumlah yang besar, karena terbuat dari bahan yang alami
www.pexels.com
  1. Kekurangan
  • Memiliki kandungan unsur hara yang lebih sedikit, sehingga harus diberikan dalam jumlah yang besar
  • Membutuhkan biaya yang lebih besar karena harus digunakan dalam jumlah yang besar
  • Tanaman memiliki reaksi yang lebih lambat terhadap pupuk organik
  • Harus diolah terlebih dahulu sebelum diaplikasikan kepada tanaman
  1. Pupuk Anorganik
  2. Kelebihan
  • Memiliki kandungan unsur hara dalam kadar yang lebih tinggi
  • Kandungan unsur hara pada pupuk anorganik dapat diserap oleh tanaman dengan cepat
  • Dapat diaplikasikan secara langsung pada tanaman, tidak perlu diolah lagi oleh petani
  1. Kekurangan
  • Bentuk unsur hara pada pupuk anorganik sulit diurai oleh mikroba di dalam tanah. Hal ini menyebabkan mikroba penghasil organik yang baik bagi tanaman justru menjadi mati, sehingga mengurangi kesuburan tanah
  • Penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus dan berlebihan dapat menyebabkan tanah menjadi padat. Hal ini membuat tanah menjadi tidak bisa merespons pupuk yang diberikan selanjutnya.
  • Dapat mengurangi atau menurunkan pH tanah
  • Dapat mengurangi suplai oksigen ke akar

 

Penggunaan pupuk memang sangat penting untuk menambah kesuburan tanah. Tanah yang subur akan membuat tanaman dapat tumbuh dengan baik dan subur. Manfaat pupuk baik organik dan anorganik dapat diperoleh apabila kita dapat menggunakannya secara bijak. Jika tidak, pupuk justru akan mendatangkan masalah baru bagi lingkungan.

Scroll to top